"dAyANgkNgaREthO"

Minggu, 03 Juli 2011

MODUL ILMU PENGETAHUAN SOSIAL-GEOGRAFI KELAS VII (TUJUH)

Disusun oleh :
Nama : Bidia
NPM : 090401050150
Kelas : D


PEMBAHASAN
Mengenal Peta, Atlas, dan Globe
1. PETA
Pada zaman dahulu, jika ada yang bertanya tentang arah jalan, biasanya orang akan menggambar di tanah. Itulah hakikat pembuatan peta di dunia. Pembuatan arah tujuan itu kemudian berkembang dari masa ke masa. Orang berusaha menggambarpermukaan bumi pada bidang yang datar. Gambar permukaan bumi pada bidangdatar inilah yang disebut peta.Karena berada pada bidang datar, semua permukaan bumi dapat digambarkan. Tentu saja dengan ukuran yang jauh lebih besar daripada ukuran gambar permukaan bumi yang berada pada sebuah globe. Suatu peta yang dibuat dan didesain dengan baik akan merupakan alat yang baik untuk kepentingan melaporkan, memperagakan, menganalisis, dan memahami saling hubungan dari objek secara keruangan.
Ketika kamu menggambar “peta desa” menurut imajinasimu, gambar peta desa itu tentu kamu bayangkan lebih dahulu di dalam otak. Bayangan “peta desa” beserta letak rumah, balai desa, jalan-jalan, lapangan sepak bola dan lain-lain yang masih di dalam otak disebut peta mental. Obyek yang terbayang pada peta mental hanya yang penting-penting saja sesuai dengan kebutuhan.
1.1 Jenis Peta
Ada berbagai jenis peta. Jenis-jenis peta tersebut digolongkan berdasarkan isi dan skala yang digunakan. Berdasarkan isinya, peta terdiri atas peta umum dan peta khusus atau peta tematik. Contoh peta umum antara lain ialah peta dunia dan peta Indonesia. Termasuk dalam kelompok ini ialah peta topografi, yaitu peta yang menggambarkan kenampakan umum permukaan bumi secara rinci. Contoh peta khusus antara lain ialah peta wisata, peta curah hujan, peta vegetasi, dan peta kepadatan penduduk. Berdasarkan skala yang digunakan, peta dapat dibedakan menjadi peta skala sangat besar, peta skala besar, peta skala sedang, peta skala kecil, dan peta skala sangat kecil.
 
  1. Berdasarkan Isi Peta
Berdasarkan isinya peta dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu peta umum, dan peta khusus.

  1. Peta umum adalah peta yang mengambarkan penampakan fisik dan budaya secara keseluruhan. Pada umum terdiri dari beberapa jenis, seperti dibawah ini.
  • Peta topografi adalah yang mengambarkan permukaan dan relief bumi. Dalam peta topografi terdapat garis kontur yaitu garis yang menghubungkan tempat-tempat yang memiliki ketingian sama.
  • Peta chorografi adalah peta yang mengambarkan permukaan bumi baik sebagian maupun seluruhnya. Contoh: peta dunia dan atlas. 
     
  1. Peta khusus/tematik yang mengambarkan penampakan yang bersifat khusus, yang terdapat pada daerah tertentu, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Contoh: peta persebaran penduduk, peta pengunaan lahan, peta arah angin, peta iklim dan sebagainya.


  1. Berdasarkan Objek Peta
Berdasarkan sifat objek yang disajikan, peta dapat dibedakan menjadi peta dinamis dan peta stasioner (tetap). Perhatikan peta dibawah ini!
Peta kepadatan penduduk di atas menyajikan kepadatan penduduk tahun 2005. Informasi pada peta ini setiap tahun pasti berubah karena jumlah penduduk setiap tahun selalu berubah. Peta yang menggambarkan objek yang tidak tetap atau selalu berubah dikatakan sebagai peta dinamis. Peta yang menggambarkan objek yang tetap dikatakan sebagai peta stasioner, seperti peta negara, provinsi, maupun peta administrasi.

  1. Berdasarkan Bentuk Peta
Berdasarkan bentuknya, peta dapat dikategorikan menjadi tiga, yaitu peta datar,peta timbul, dan peta digital.
  1. Peta datar ialah peta yang dibuat pada suatu bidang datar. Inilah peta yang biasa kamu temui sehari-hari.
  2. Peta timbul ialah peta tiga dimensi yang menggambarkan permukaan bumi seperti keadaan sebenarnya. Misalnya, gunung atau rangkaian pegununganberupa tonjolan ke atas.
  3. Peta digital ialah peta yang tersimpan di perangkat komputer seperti hard disk, disket, compact disk (CD). Jika ingin menggunakannya, kita memerlukan monitor komputer.

  1. Berdasarkan Skala Peta
Berdasarkan skalanya, peta dapat dikelompokkan menjadi sebagai berikut.

1.2 Manfaat Peta
Penggunaan peta tergantung pada jenis dan pembaca peta. Peta topografi yang skalanya kecil dapat memberikan gambaran secara luas tentang muka Bumi yang digambarkan dalam peta. Sementara itu, peta tematik atau khusus digunakan untuk menyajikan tema tertentu. Misalnya peta persebaran penduduk, peta iklim, dan peta persebaran flora. Secara umum, peta dapat dimanfaatkan untuk berbagai hal seperti di bawah ini.

  1. Penunjuk Arah, Letak, Luas, Jarak, dan Bentuk Permukaan Bumi
Informasi arah dapat kamu peroleh dengan menggunakan komponen penunjuk arah. Lihatlah komponen peta yang lain! Dengan menggunakan skala, kamu dapat mengetahui jarak antardua tempat dan menghitung luas suatu wilayah.
  1. Alat Informasi
Peta mengandung banyak informasi. Informasi itu ditampilkan dalam bentuk simbol-simbol. Berbagai macam informasi dapat kamu baca berdasarkan simbol-simbol dan keterangannya pada peta.
c. Alat Pembelajaran
Kamu dapat belajar mengenai wilayah-wilayah yang ada dipermukaan Bumi dengan menggunakan peta. Peta merupakan salah satu alat pembelajaran. Peta digunakan dalam beberapa mata pelajaran, seperti geografi dan sejarah.
Nah, agar kamu lebih memahami manfaat suatu peta dan cara memanfaatkannya, ikutilah penjelasan manfaat tiap komponen peta berikut.
d. Administrasi atau Nama-Nama Geografi
Nama-nama tempat perlu dicantumkan sebagai petunjuk pada peta, walaupun sebetulnya nama sendiri tidak tampak di permukaan Bumi. Suatu peta menjadi sebuah peta buta dan tidak bisa dimanfaatkan apabila tidak mencantumkan nama objek geografi yang digambarkan. Kaidah penulisan huruf untuk nama geografi seperti berikut ini.
1) Nama tempat, biasanya berwarna hitam, tetapi dapat pula berwarna kelabu.
2) Nama bentang alam seperti pegunungan, perbukitan dengan tipe huruf miring berwarna hitam.
3) Nama perairan atau perwujudan air dengan tipe miring berwarna biru.
Penulisan nama geografi secara jelas dapat dilihat pada tabel berikut.
  • Tata Cara Penulisan Nama-Nama Geografi

e. Garis Kontur dan Simbol Warna
Pada peta kenampakan gunung sering kamu kenali dengan lambing . Bagaimana kenampakan lembah diketahui pada peta? Nah, kenampakan gunung dan lembah dapat kamu ketahui melalui pola garis kontur. Garis kontur adalah garis yang menunjukkan tempat-tempat yang memiliki ketinggian sama. Garis-garis kontur pada peta membentuk pola yang menunjukkan besar, tinggi, dan kemiringan lereng dari gunung maupun lembah. Sebagai contoh, garis-garis kontur yang rapat menunjukkan lereng terjal, garis yang renggang menunjukkan lereng landai. Gunung memiliki pola garis kontur membulat. Semakin ke tengah nilai konturnya semakin besar dan ketinggiannya bertambah.
1.3 Komponen – komponen Peta
1. Judul Peta
Judul peta adalah nama yang menunjukkan wilayah yang hendak dicitrakan dalam peta. Judul peta harus ditulis dengan huruf kapital seluruhnya, misalnya; BANDUNG, JAWA BARAT, AFRIKA, MAROKO
Dari judul peta, biasanya akan diketahui jenis peta. Misalnya, peta persebaran hewan mamalia, peta kepadatan penduduk, peta persebaran tambang, atau peta administrasi.
2. Skala Peta
Skala adalah perbandingan antara jarak dua buah titik (tempat) di peta dengan jarak sesungguhnya di lapangan. Skala merupakan bagian yang sangat penting dalam peta, oleh karena itu skala harus tercantum pada peta. Hanya dengan bantuann skala orang dapat memperoleh ukuran jarak, dan luas wilayah dari peta yang bersangkutan. Skala dapat berujud skala angka maupun skala grafis.
a. Skala Angka (numeric)
Seperti telah diungkapkan di muka bahwa peta merupakan gambaran obyek atau kenampakan muka bumi yang diperkecil dari kenyataan sebenarnya dengan menggunakan skala. Apabila Pulau Sumatera digambar sesuai dengan kenyataan aslinya maka dibutuhkan kertas seluas Pulau Sumatera. Bila seluruh kenampakan muka bumi digambar sama besar dengan kenyataan sebenarnya maka akan dibutuhkan kertas yang luasnya sama dengan luas muka bumi
b. Skala garis (grafis)
Skala garis merupakan skala yang menggunakan ruas garis sebagai pembanding jarak.
Dari contoh tersebut artinya jarak satu ruas pada peta sebanding dengan 1 km di lapangan. Bagaimana cara menggunakan skala grafi k? Penggunaan skala grafi k justru lebih mudah dari pada skala angka.
 
sebuah peta tertera skala grafi k 1 cm = 1 km. Berarti jarak 1 cm di peta itu sama dengan 1 km pada jarak sebenarnya. Bila Kota P dan Kota Q di peta itu berjarak 6 cm, maka jarak kedua kota itu adalah 6 km.
3. Orientasi Peta
Orientasi peta adalah petunjuk arah pada peta, untuk lebih mempermudah pembacaan peta. Orientasi arah menunjukkan arah mata angin pada peta yang digambarkan. Orientasi arah menggunakan sebuah panah yang menunjuk ke arah utara peta. Karena itu, pada panah orientasi arah, dituliskan huruf U (singkatan kata Utara), atau dalam peta internasional akan ditulis N (North). Sebagai acuan, bila kita menghadap ke arah utara, maka punggung mengarah ke selatan, tangan kanan kita ke timur, dan tangan kiri kita ke barat.
 4. Legenda
Legenda adalah bagian yang memuat keterangan tentang simbol-simbol yang dipergunakan di dalam peta. Biasanya, legenda ditempatkan di bagian bawah peta.Perbedaannya adalah: simbol letaknya di dalam muka peta, dan gunanya untuk menggambarkan unsur atau obyek muka bumi. Sedangkan legenda, letaknya di luar muka peta dan gunanya memberi keterangan tentang arti simbol. Oleh karena itu setiap peta perlu dilengkapi dengan legenda, karena merupakan kunci untuk memahami simbol yang tergambar di dalam muka peta. Istilah lain dari legenda adalah keterangan atau petunjuk
5. Inset
Inset merupakan tambahan kecil pada peta yang disajikan. Inset dibuat untuk mempermudah pengguna peta mengetahui gambar wilayah tertentu dari peta yang disajikan. Inset diletakkan di bagian sudut peta atau ruang peta yang kosong. Inset berfungsi untuk memperjelas lokasi peta utama dalam kaitannya dengan daerah sekitarnya yang lebih luas.
1) Inset Lokasi
Inset lokasi pada umumnya dijumpai pada peta skala kecil dan merupakan peta pengecilan lokasi yang bisa menggambarkan lokasi yang lebih luas. Inset ini berguna untuk memberikan gambaran global wilayah sekitar dari suatu daerah yang dipetakan. Contoh peta Provinsi Lampung memerlukan inset peta Sumatra.
2) Inset Pembesaran
Inset pembesaran dapat dijumpai pada peta dengan kenampakan wilayah kepulauan yang kecil. Inset ini berfungsi untuk menggambarkan bagian yang penting dari suatu lokasi yang kenampakannya tampak kecil sehingga perlu diperbesar. Contoh Provinsi Kepulauan Riau memiliki banyak pulau kecil, yang kenampakannya kemudian diperbesar dengan inset pembesaran. Nah, sekarang coba buka atlasmu dan temukan inset di dalamnya. Bedakanlah antara inset lokasi dan inset pembesaran.
6. Garis Lintang dan Garis Bujur
Garis lintang dikenal pula dengan istilah garis paralel. Garis lintang merupakan garis-garis khayal yang dibuat seolah melintang dan memisahkan bumi menjadi dua bagian, utara dan selatan. Garis lintang dipakai untuk menunjukkan pembagian daerah dan iklimnya. Garis lintang ditarik dari bagian kiri ke kanan. Dalam kartografi, bumi digambarkan memiliki 180 garis lintang yang terbagi menjadi 90 garis lintang utara (0O–90OLU) dan 90 garis lintang selatan (0O– 90OLS). Garis 0O lintang dikenal dengan sebutan garis khatulistiwa yang tepat berada di tengah-tengah bumi. Garis bujur dikenal juga dengan istilah garis meridian. Garis bujur merupakan garis-garis imajiner yang dibuat seolah membujur dari Kutub Utara ke Kutub Selatan. Garis bujur digunakan untuk membagi daerah waktu. Dalam ilmu kartografi, bumi digambarkan memiliki 360 garis bujur yang terbagi menjadi 180 garis bujur barat (0O–180OBB) dan 180 garis bujur timur (0O–180OBT). Garis 0O Bujur disepakati dihitung dari garis bujur yang melintasi Kota Greenwich di Inggris, dan garis tersebut dikenal dengan sebutan Garis Greenwich.
7. Sumber Peta
Badan dan institusi yang membuat dan mengedarkan peta akan sangat menentukan kualitas peta. Pihak penerbit tersebut juga harus bertanggung jawab atas peta yang dibuat dan dikeluarkannya. Karena itu, sumber peta harus dicantumkan.
8. Tahun Pembuatan
Keadaan alam dan fisik bumi senantiasa berubah. Karena itu, tahun pembuatan peta harus dicantumkan karena bisa saja kondisi permukaan bumi pada tahun pembuatan peta.


9. Simbol
Kenampakan Bumi pada peta digambarkan dengan simbol. Berikut ini beberapa jenis simbol pada peta. Simbol kenampakan alam akan menjelaskan kenampakan- kenampakan semacam sungai, lembah, gunung, rawa, dan lokasi alami lainnya. Simbol kenampakan buatan akan menjelaskan kenampakan-kenampakan yang ada karena dibuat oleh manusia seperti gedung, jalan, jembatan, batas, dan lokasi buatan manusia lainnya.
Simbol-simbol pada peta digambarkan dalam bentuk titik, garis, daerah (area), dan warna.
  1. Simbol titik dalam berbagai ukuran dan bentuk antara lain digunakan untuk menyatakan letak kota, ibu kota, bandar udara, atau pelabuhan.
  2. Simbol garis, dapat berbentuk garis tebal, garis tipis, garis putus-putus, atau garis sejajar. Simbol ini biasanya untuk menggambar kenampakan geografis seperti batas administrasi, batas hutan, garis pantai, jalan raya, jalan kereta api, dan sungai.
  3. Simbol daerah atau area, digunakan untuk meng- gambarkan unsur-unsur yang memiliki luas atau bidang, seperti rawa, daerah pertanian, daerah perkebunan, atau hutan.
  4. Simbol warna, digunakan untuk menggambarkan kenampakan geografi dengan perbedaan warna. Misalnya biru untuk perairan laut, hijau untuk dataran rendah, kuning untuk dataran tinggi, warna coklat digunakan untuk mewakili daerah pegunungan, merah untuk jalan raya dan gunung api, dan hitam untuk penamaan objek pada peta.
  1. Informasi Geografis Dari Peta
Seperti telah kalian pelajari bahwa peta merupakan gambaran obyek atau kenampakan muka bumi yang dapat memberikan berbagai informasi. Untuk dapat memperoleh informasi dari peta, maka kalian perlu mengetahui bahasa peta. Bahasa peta adalah informasi tepi yang terdapat dalam peta, termasuk keterangan atau legenda. Dengan mengetahui bahasa peta, kalian tidak akan mengalami kesulitan memahami makna dari obyek yang tergambar dalam peta. Informasi lainnya yang diperoleh dari peta adalah: (a) jarak, (b) arah, (c) lokasi, (d) luas, dan (e) ketinggian.
a. Jarak
Untuk dapat mengetahui jarak dua tempat pada peta diperlukan skala peta. Contoh: Berapa jarak Kota P dan Kota Q di lapangan jika jarak pada peta 5 cm dan skala peta 1 : 100.000Skala 1 : 00.000 berarti 1 cm di peta = 100.000 cm ( 1km ) di lapangan. Berarti 5 cm di peta = 5 km di lapangan.
b. Arah
Bagaimana cara menentukan arah pada peta? Pada awal bab ini terdapat gambar mata angin. ada gambar itu ditunjukkan empat arah mata angin utama yaitu: utara, timur, selatan dan barat. Penentuan arah yang lebih rinci dapat menggunakan kompas atau busur derajat.
c. Lokasi
Menentukan lokasi suatu tempat terhadap tempat lainnya merupakan gabungan dari penentuan jarak dan arah. Contoh: Misalkan kita berada di Kota Ambon akan bepergian ke Kota Masohi di Pulau Seram. Dimana lokasi Kota Masohi dilihat dari Kota Ambon?
d. Luas
Dengan menggunakan peta kalian dapat menghitung luas suatu kenam-pakan, misalnya luas hutan, sawah, perkampungan, pulau dan lain-lain. Apabila kenampakan tersebut memiliki bentuk yang teratur, seperti segi empat, segitiga, trapesium, atau bujur sangkar, maka luas kenampakan itu mudah dihitung, yaitu menggunakan rumus-rumus matematika. Akan tetapi obyek di muka bumi seringkali tidak teratur. Pengukuran luas untuk bangun yang tidak teratur digunakan cara kisi atau kotak dan potongan garis (sistem grid).
  • Mengukur Luas dengan menggunakan kisi atau kotak
Gambar adalah peta perkebunan kelapa sawit di Sumatera Utara berskala 1: 50.000 yang akan diukur luasnya. 
 1) Buat kotak-kotak bujur sangkar dengan sisi 1 cm pada plastik transparan dengan menggunakan spidol transparan.
2) Tumpangkan transparan tersebut di atas peta yang akan dihitung luasnya
3) Beri nomor pada kotak bujur sangkar yang memuat peta lebih dari separo h kotak
4) Jumlah kotak bujur sangkar yang memuat peta lebih dari separoh ada … buah ( 12 buah kotak bukan?)
5) Proses penghitungan. Pada peta, panjang sisi kotak bujur sangkar adalah 1 cm. Skala peta 1 : 50.000. Berarti panjang sisi bujur sangkar sesungguhnya = 50.000 x 1 cm = 50.000 cm atau 0,5 km.
6) Pada kenyataan sesungguhnya, luas kotak bujur sangkar kebun kelapa sawit = 0,5 km x 0,5 km = 0,25 km²
7) Jumlah kotak yang bernomor pada kebun kelapa sawit adalah 12 buah, maka luas kebun itu adalah: 12 x 0,25 km² = 3 km²
  • Mengukur luas dengan potongan garis
Mengukur luas dengan potongan garis tidak jauh berbeda mengukur luas dengan kotak atau kisi. Langkah persiapan
a. Buat garis-garis sejajar horisontal, pada peta yang diukur luasnya.
b. Buat garis keseimbangan pada setiap garis batas wilayah yang terletak diantara dua garis horisontal. Garis keseimbangan ini dibuat tegak lurus terhadap garis horisontal.
c. Hitung luas masing-masing segi empat yang terbentuk dari garis horisontal dan garis tegak. Hitung luas masing-masing segi empat yang terbentuk dari garis horisontal dan garis tegak.
e. Ketinggian atau Elevasi
Bila kalian memperhatikan peta dengan teliti, kalian akan dapat mengetahui ketinggian suatutempat. Ketinggian tempat umumnya ditunjukkan melalui simbol warna pada peta relief (bentuk muka bumi). Contoh: di daratan simbol warna yang digunakan adalah : hijau, kuning dan cokelat. Warna hijau menunjukkan dataran rendah dengan ketinggian kurang dari 200 meter. Kenampakan air menggunakan warna biru. Warna biru muda menunjukkan laut dangkal dengan kedalaman kurang dari 200 meter. Keterangan tentang warna tersebut dapat dilihat pada legenda.
untuk mengetahui lebih lanjut KLIK LINK di bawah ini untuk mendownloadnya...

0 komentar:

Poskan Komentar